Post perdana saya tentang detektor rasa,silahkan dipelajari yg saya kutip dari group fb mahakosmos dan semoga bermanfaat
Dalam dada kiri itu ada seperti jarum, saya menyebutnya jarum radar. Rasa-ku. Rasa = salah satu perbendaharaan diri yang bisa digunakan untuk analisa saham, bisnis, membaca seseorang, membaca yang sudah terjadi, apa yang akan terjadi. Intuisi, dan semua orang punya itu.Amati dada kiri, rasakan...rasa..rasa..rasa..rasa...rasa, hingga ketemu seperti jarum.Mesti diingat, gak main pikiran, gak mind blasss, gak usah berniat atau menginginkan. Kerjakan ya kerjakan saja. Spontan. Present time.Dan jangan juga sok tahu, merasa tahu,merasa guru, atau sudah buat persepsi merasa tahu. Kalau sudah begini, banyakminta ampun, bertobat, dan berserah."Ku pasrahkan rasa ini, apapun petunjukMu ya Zat Hidup, Allah".Amati apapun, ya amati, melongo, gak mikir blasss.Fokus sama radar jarum (rasa) yang sangat halus. Sambil ngobrol diskusi dengan seseorang rasa itu akan bergetar sesuai obrolan, membaca status, artikel. Kalau rasa gak enak berarti: "detektor kebohongan berfungsi, ada yang ditutupi, atau tidak sesuai".Untuk mengamati, mendeteksi apapun yang sudah terjadi, tentu ada "getaran" apapun wujud yang sudah terjadi. Jadi"rasa" akan merasakan "kepadatan" getaran itu, namun damai. Kalau gak enak, berarti ada kebohongan, atau tidak sesuai fakta.Gunakan DETEKTOR RASA untuk scanning apapun dalam bisnis, pengambilan keputusan, membaca pemikiran, membaca maunya, atau mencari sebab sesuatu kasus, penyakit, apapun, membaca apapun yang SUDAH terjadi. Seorang terapis yang terlatih, wajib melatih rasa untuk membaca penyebab kasus.Namun untuk sesuatu yang belum terjadi, TIADA, itu urusan Tuhan, maka hanya RASA PLONG, tiada rasa apa-apa sebagai tolak ukurnya. Tiada rasa apa-apa.Itulah patokannya, kenapa menjalani apapun yang kita tidak tahu hasilnya, mulailah dengan tiada rasa, atau plong. Kalau gak plong, gak klik, gak enak, umumnya selalu berujung penderitaan.Contoh deteksi: fokus di rasa......pasrah, hanya Allah yang tahu, saya gak ngerti apa-apa, saya pasrahkan "rasa" ini apapun petunjukMu.Fokus di rasa, dan deteksi contoh permainan bola. "Yang menang adalah A".Kalau rasanya bergetar, berarti kecenderungan kebalikannya,yang memang adalah B. namun kalau PLONG, TIADA, berarti bisa jadi A yang menang.Namun sifatnya manusia itu sok tahu, selalu main pikiran sudah menginginkan, menebak, mempersepsikan hasil. Sehingga rasa ini jadi tidak berfungsi menangkap "getaran". Ini yang menjadikan intuisi selalu meleset. Mulailah selalu merasa gak tahu akan hasil yang sudah terjadi, juga misteri yang belum terjadi. Seringkali misteri yang belum terjadi, selalu tertangkap radar rasa, plong, dan tergambar dengan sendirinya.Belajarlah berserah diri, gak mikir dengan hasil apapun yang misteri.Intuisi meleset, atau selalu "sesak" di dada, berarti dirimu terlalu force, bernafsu, sombong, merasa ngerti. Kalau agak sesak setiap mencek "rasa...rasa...rasa...", berarti dalam dadanya sudah menarik si unyu-unyu uka-uka ada dalam dadamu", ngontrak namun gak bayar. Seharusnya dirimu tagih biaya kontrakakannya sebelum diusir.Diusir dengan Sering berzikir, bertobat, dan berserah, perbanyak Laa Illahaillalah Muhammadarasulullah, menyatukan dua Nur, Quantum Diri dan semesta.Semoga bermanfaat untuk melatih intuisi dalam bisnis apapun, ataupun keperluan terapi dan pemberdayaan diri.